Tarian Adat Aceh

4 min read

Tarian Adat Aceh

Tarian Adat Aceh – Pada umumnya kebudayaan Aceh merupakan salah satu yang paling menonjol di Indonesia. Popularitas kebudayaan masyarakat Aceh, khusunya pada kebudayaan seni tarinya.

Beberapa tarian yang berasal dari Aceh pun sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia, bukan hanya di dalam negeri saja, tetapi juga di mancanegara.

Secara sudut pandang tarian yang ada di daerah Aceh memiliki ciri khusus yaitu, Bernuansakan dengan nilai Islam, menggunakan banyak orang dalam tarian, serta banyak pengulangan gerak serupa serta rancak.

Tidak hanya itu saja, tarian ini juga menggabungkan unsur tari, musik dan sastra, serta disajikan dengan pola lantai yang terbatas.

Prinsip dasar pada tarian Aceh terbagi menjadi tari duduk dan tari berdiri. Ketika dilihat sekilas antara satu tari dengan tarian lainnya terlihat sama, sehingga banyak orang yang salah menyebutkan namanya.

Seperti contoh Ratoeh Jaroe, tari yang terlahir di Jakarta ini sering kali disebut Tari Saman, demikian pula beberapa tarian duduk lainnya.

Dibawah ini merupakan beberapa tarian yang berasal dari Aceh yang populer serta sebagian diantaranya telah mendunia.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, bisa kalian baca melalui tautan yang telah disediakan di bawah ini.

1. Tari Seudati

Tarian adat aceh
Sumber: pasaiaceh.com

Tarian ini merupakan salah satu tarian yang berasal dari aceh dan keberadaan awalnya diketahui dari Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Utara.

Tari ini dahulunya tidak bernama tari Seudati tetapi bernama Ratoh yang memiliki arti penceritaan tentang apa saja yang berhubungan dengan aspek sosial-kemasyarakatan. Nama Seudati berasal dari dua kalimat syahadat.

Seudati merupakan media dakwah yang disampaikan dalam keindahan serta kekompakkan gerak. Mempunyai ciri khas heroik, gembira dan menggambarkan kebersamaan ketika dimana seluruh bagian pada tubuh para penari bergerak saat menarikannya.

Sama halnya Tari Saman, Tari Seudati juga terkenal tidak hanya di dalam negeri saja, akan tetapi juga di mancanegara.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejarah Tari Seudati berasal dari komunitas tarekat yang dibangkitkan oleh Syekh Tarekat Saman. Apalagi tarian Seudati dalam bahasa Aceh juga dinamakan dengan “meusamman”.

2. Tari Saman

Tarian adat aceh
Sumber: n journal.momotrip.co.d

Tari Saman merupakan sebuah kesenian asli dari suku Gayo yang berada pada dataran tinggi Gayo, Provinsi Aceh Tenggara.

Tari yang terkenal dengan nuansa Islam ini termasuk di antara kesenian tradisional milik Indonesia yang telah mendunia. Apalagi pada tahun 2011, tarian ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

Tidak hanya ditampilkan dalam perayaan adat, Tari Saman juga sering dipertunjukkan untuk merayakan maulid Nabi Muhammad SAW atau kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tari ini ditampilkan tanpa menggunakan iringan musik eksternal, iringan tarian ini berasal dari suara serta tepuk tangan para penarinya. Mereka menari dipandu dengan salah satu seorang pemimpin tari yang disebut Syekh.

Banyak dari literatur mengatakan bahwa Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama Gayo. Tidak hanya aktif menyebarkan berdakwah, beliau juga mempelajari Tarian Melayu Kuno.

Gerakan-gerakan tari yang dipelajari merupakan sebuah adopsi kemudian dikombinasikan dengan syair-syair bernuansa Islami, kemudian lahirlah tarian ini.

3. Tari Likok Pulo

Tarian adat aceh
Sumber: semangatnanggro.blogspot.com

Likok Pulo merupakan sebuah seni tari pesisir. Hal ini telah diisyaratkan dengan namanya, “Likok” yang berarti gerakan tari sedangkan “Pulo” berarti pulau.

Pulau disini dimaksudkan yaitu Pulo Aceh atau Pulau Beras (Breuh), yaitu sebuah pulau yang berada di daerah Aceh Besar pada bagian ujung pelosok utara Pulau Sumatera.

Tarian ini dibawakan oleh 10 sampai 12 penari dengan menggunakan properti bambu seukuran jari telunjuk.

Kemudian, mereka menari dengan menggunakan formasi duduk memanjang dengan posisi selang seling atas bawah. Pada setiap gerakan yang dihadirkan tarian ini biasanya memuat nasehat-nasehat yang disampaikan melalui syair oleh penari utama yang biasa disebut Syekh.

Baca juga: Tari Tradisional Jawa Barat

4. Tari Tarek Pukat

Tarian adat aceh
Sumber: ugm.ac.id

Tari Tarek Pukat merupakan kesenian yang terbentuk karena terinspirasi dari budaya masyarakat pesisir Aceh, yakni Tarek Pukat.

Tarek Pukat merupakan tradisi menangkap ikan dengan teknik menarik jala secara bersama. Hasil tangkapan ikan nantinya kemudian dibagi rata kepada mereka yang ikut serta menarik jala.

Tarian Tarek Pukat biasa dipertunjukkan oleh 7 penari perempuan yang menggunakan busana tradisional Aceh. Kemudian mereka akan menari sambil membawa instrumen pelengkap berupa tali yang difungsikan untuk mewakili jala atau yang dalam bahasa Aceh disebut pukat.

Tarian ini disajikan dengan diiringi nyanyian serta musik khas Aceh.

5. Tari Ratoeh Duek

Tarian adat aceh
Sumber: kebudayaanindonesia.net

Tarian Ratoh Duek adalah salah satu tari daerah Aceh yang mempunyai identik dengan Tari Saman. Jika sekilas dilihat akan terlihat sama, tetapi tetap banyak perbedaan.

Pada saat Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia, pada saat itu pula tarian ini hanya boleh boleh ditarikan oleh laki-laki berjumlah ganjil.

Berbeda dengan Tari Saman, Tari Ratoh Duek merupakan tarian yang dibawakan oleh penari perempuan berjumlah genap.

Perbedaan lainnya terletak pada busana. Penari Saman ketika menari menggunakan pakaian adat Suku Gayo, tetapi penari Ratok Duek hanya menggunakan pakaian polos berwarna yang dikombinasikan dengan kain songket Aceh. tidak hanya itu saja, masih banyak perbedaan lainnya.

Ratoh Duek merupakan tarian populer di luar Aceh, karena sering digunakan sebagai pertunjukan baik di dalam ataupun luar negeri.

Tarian ini dilakukan dengan posisi duduk berbanjar dengan pola lantai yang tidak banyak memiliki perubahan, yaitu hanya berbentuk horisontal, zig zag.

Para penari Ratoeh duek semuanya wanita berjumlah genap yang berjumlah 8-12 orang.

6. Tari Laweut

Tarian adat aceh
Sumber: kamerabudaya.com

Tari Laweut merupakan salah satu ragam budaya tradisional Aceh, lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Dengan adanya perkembangan, kemudian tarian ini pun menyebar di seluruh wilayah Aceh serta menjadi salah satu tarian populer bersama dengan Tari Saman dan Tari Seudati.

Tari ini dulunya bukan bernama Tari Laweu, akan tetapi bernama Seudati Inong.

Tari Laweut juga bisa diartikan merupakan Tari Seudati versi perempuan. Mengapa diartikan sama. Karena, diantara dua tarian ini, gerakan dan pola tarian, proses serta tehniknya, serta sama-sama melibatkan 8 penari dengan 1 syahi (penyanyi) yang sekaligus memimpin tarian.

7. Tari Rateb Meuseukat

Tarian adat aceh
Sumber: blogkulo.com

Tidak hanya Tari Ratoh Duek saja, tarian khas Aceh yang sering banget disamakan dengan Tari Saman yaitu Tari Rateb Meuseukat. Rateb Meuseukat berkembang sebagai tari yang hanya bisa dibawakan oleh kaum wanita saja.

Tarian ini melibatkan penari dengan jumlah yang tidak ada batasnya, tetapi ada yang menyebutkan minimal 10 orang dengan dipimpin oleh seorang syekh. Ada juga sumber lain yang mengatakan penarinya 13 orang, berjumlah ganjil tidak boleh kurang dari 10 penari.

8. Tari Bines

Tarian adat aceh
Sumber: blogkulo.com

Tari Bines adalah sebuah Tarian Daerah Aceh yang merupakan salah satu ragam kesenian suku Gayo.

Menurut masyarakat Gayo Lues, Tari Bines merupakan belahan jiwa Tari Saman. Ketika dahulu kala perempuan di Gayo Lues, tidak mendapat izin untuk menarikan Tari Saman karena sifatnya terlampau keras, dengan demikian para leluhur Gayo pun menciptakan tarian ini.

Meskipun tidak adanya kepastian mengenai awal munculnya tarian ini, ketika dahulu dalam setiap pertandingan (jalu) Saman, Tari Bines dapat ditampilkan pada jeda penampilan satu grup saman dengan grup yang lainnya.

Tarian dilakukan lebih tepatnya untuk difungsikan sebagai pelengkap inilah yang kemudian membuat tari ini tidak sepopuler Tari Saman.

9. Tari Rapai Geleng

Tarian adat aceh
Sumber: wikipedia.org

Tari Rapai Geleng adalah  satu di antara Tarian Adat Aceh yang kegunaannya sebagai media dakwah. Tari ini mengekspresikan nilai-nilai Islami di setiap bagiannya, termasuk syair, busana maupun gerakannya.

Tidak hanya itu, tarian ini juga ikut serta melambangkan sikap hidup Suku Aceh yang menonjolkan nilai kekompakan serta kebersamaan dalam bermasyarakat.

Rapai Geleng adalah salah satu kesenian yang paling populer serta banyak digemari oleh masyarakat Aceh.

Setiap ada pertunjukannya, hampir penuh dipadati penonton. Daya tarik utama dari Tari Rapai Geleng yaitu lebih terlihat melalui keindahan gerak dan syair yang menyertainya, sangat menghibur mata dan telinga.

10 Tari Guel

Tarian adat aceh
Sumber: blogkulo.com\

Yang terakhir yaitu Tari Guel. Tarian ini merupakan salah satu khasanah budaya Gayo, tepatnya yang berada di daerah dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh bagian tengah.

Tidak hanya berfungsi hiburan, Guel adalah tarian tradisi yang mempunyai hubungan erat dengan upacara adat. Arti dari Guel sendiri yaitu membunyikan atau memukul suatu benda hingga menimbulkan suara.

Terciptanya tarian ini merupak sumber inspirasi dari alam sekitar, lingkungan lalu kemudian dirangkai sedemikian rupa melalui gerak simbolis dan hentakan irama.

Didalam tarian ini mengandung beberapa unsur seni, sastra, musik dan tari yang berpadu harmonis dan sarat akan makna, khususnya sehubungan dengan sejarah Gayo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *