Pengalaman Kunjungan Industri

3 min read

Kunjungan industri adalah suatu kegiatan dimana para siswa dan siswi di sekolah diwajibkan berkunjung ke suatu perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang mereka pilih.

Kunjungan industri merupakan tugas kepala sekolah agar siswa-siswinya menambah pengalaman sesuai bidang yang dipilih disekolah

Saya pun berkunjung ke suatu tempat yang kami pun belum tau akan kemanakah kunjungan kita kali ini.

Berangkat Ke Sekolah

Sepeda Motor

Sumber : Pixabay.com

Tepatnya pukul 06.00 WIB, saya pun berangkat dari rumah menuju sekolah dengan menaiki sepeda motor.

Hampir Terlambat

Waktu itu keadaannya hampir terlambat saya pun menyuruh kakak untuk jalannya agak cepet , maklum lah kan mau terlambat hehehe.

Sebelum berangkat  ke PT. Jawa Pos, saya pun berangkat ke sekolah terlebih dahulu, sebab titik kumpul sebelum pemberangkatan kunjungan industri yaitu di halaman depan sekolah saya Smk Negeri 01 Lumajang.

 Sampai Di Sekolah

Sewaktu sampai di sekolah dan untungnya masih belum belum terlambat, saya pun langsung menghampiri gerembolan teman teman yang ada di sekitaran halaman sekolah.

Tidak menunggu waktu lama kami pun disuruh berkumpul di tengah halaman sekolah untuk mendapatkan arahan dari guru pembimbing.

adapun pengarahanya itu rute kunjungan industri antara lain :

  • Kunjungan ke PT Jawa Pos.
  • Kunjungan ke wisata Demata Jogjakarta.
  • Kunjungan ke wisata Malioboro

sebelum berangkat ke kunjungan yang pertama kami pun berdoa terlebih dahulu semoga perjalanan kami semua selamat sampai tujuan, dilanjut dengan foto bersama.

 

Sekilas Tentang PT. Jawa Pos

Jawa Pos

Sumber : Google.com

Jawa Pos merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang surat kabar harian yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Pos merupakan perusahaan  terbesar di Jawa Timur, dan merupakan salah satu harian dengan oplah terbesar di Indonesia. Sistem Jawa Pos menyebar di seluruh Jawa Timur, Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Pendiri PT Jawa Pos

Didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djava-Post. Sewaktu itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya.

Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri. Setelah ia sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin Hwa Chiao Sien Wen dan Belanda de Vrije Pers.

Usaha The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. ketika akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja.

Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Waktu usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya, sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.

Lokasi Perusahaan

Maps

Sumber : Pixabay.com

Jawa Pos Mandiri – di tempat inilah saya berkunjung bersama satu kelas untuk memenuhi salah satu kegiatan sekolah. Tempatnya berada di Jalan. Raya Sumengko No.306, Sidomoro, Pasinan Lemahputih, Kec. Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Setelah berkunjung ke PT Jawa Pos, kunjungan kami pun dilanjutkan ke wisata Demata Jogjakarta.

 

Sekilas Tentang Demata Jogjakarta.

Demata

Sumber : Google.com

Nama museum ini  adalah De Mata Trick Eye Museum. Di dalam ruanga Demata ini ada beberapa koleksi museum yang sama sekali tidak kuno atau berdebu.

Objek wisata yang ada di museum ini berupa gambar 3 dimensi, 4 dimensi dan bahkan 5 dimensi. Sejarah museum De Mata dimulai pada pendiriannya tertanggal 22 Desember 2013.

Museum De Mata memiliki 120 buah gambar tiga dimensi dengan berbagai tema dan lukisan yang menipu mata, sehingga sebagian besar tampak seolah – olah akan keluar dari bingkainya.

Sebagian besar gambar tiga dimensi tersebut adalah hasil karya pendirinya yaitu Petrus Kusuma dan ada pula karya – karya dari mahasiswa seni rupa ISI Yogyakarta.

Lokasi Wisata

Maps

Sumber : Pixabay.com

Demata  – di tempat inilah saya berkunjung bersama satu kelas untuk memenuhi salah satu kegiatan sekolah. Tempatnya berada di Jalan. XT Square, Jl. Veteran No.150-151, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Sekilas Tentang Malioboro

Malioboro

Sumber : Google.com

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough.

Kolonial  Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian.

Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

 

Bangunan Bersejarah Di Malioboro

 

Benteng van de berg

Sumber : Google.com

Tujuan kolonial belanda tersebut maka selanjutnya Kolonial Belanda mendirikan :

– Benteng Vredeburg, ( didirikan pada tahun 1765. Sekarang benteng tersebut dikenang menjadi sebuah museum yang di buka untuk wisata publik )

– Istana Keresidenan Kolonial ( sekarang menjadi Istana Presiden Gedung Agung di tahun 1832M )

 

Bangunan yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota ini dari masa ke masa.

Malioboro menawarkan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern.

 

Ketika belanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro.

Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.

Anda jangan heran melihat harga barang ditempat ini, misalnya penjual souvenir menawarkan barang tersebut seharga Rp.50.000,- Kalau anda tertarik barang tersebut maka tawaran tersebut harus segera disusul dengan proses tawar menawar dari wisatawan.

 

Dari proses itulah harga menjadi turun drastis, misalnya pedagang tersebut akhirnya rela melepas barang tersebut dengan harga Rp.20.000,-.

Hal ini juga berlaku untuk wisatawan berkunjung dan belanja di pasar tradisional Beringharjo yang letaknya tak jauh dari Malioboro. Itulah keunikan tradisi dari wisata belanja di Malioboro, pembeli harus bisa tawar menawar.

 

Kawasan Malioboro dekat dengan obyek wisata sejarah lainya yang sangat banyak menyimpan cerita sejarah yang menarik. Setelah berbelanja di Malioboro anda bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat.

Tempat dan obyek wisata tersebut seperti berwisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda dan wisata belanja tradisional lainnya.

Obyek wisata sejarah yang berdekatan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Lokasi Wisata

Maps

Sumber : Pixabay.com

Malioboro  – di tempat inilah saya berkunjung bersama satu kelas untuk memenuhi salah satu kegiatan sekolah. Tempatnya berada di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta Deaerah Istimewa Yogyakarta.

 

Perjalanan Pulang

Perjalanan

Sumber : Pixabay.com

Ketika sudah berkunjung ke wisata malioboro kami pun bergegas untuk pulang ke lumajang sekitar pukul 21.00 WIB kami berangkat dari Jogjakarta ke Lumajang sekitar 12 jam lebih kami pun sampai di Lumajang dengan keadaan sehat wal afiat hehehe.

Mungkin ini pengalaman pribadi kunjungan industri saya
Terima kasih

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *