Alat Musik Khas Sunda

6 min read

Alat Musk Khas Sunda

Alat Musik Khas Sunda – Seni tradisi merupakan sebuah identitas, jati diri, sekaligus media berekspresi untuk suatu masyarakat.

Sebagai negeri kepulauan serta masuk kedalam salah satu yang terbesar, dapat dipastikan Indonesia merupakan negeri multi-kultural dengan beragam suku yang masing-masing memiliki cita rasa budaya tersendiri.

Tidak hanya seni tari, seni musik tradisi juga turut memperkaya keragaman warna yang ada di negeri ini.

Hampir setiap masing-masing wilayahnya pasti terdapat seni musik tradisional yang khas, tanpa terkecuali di provinsi Jawa Barat yang menonjol melalui keberadaan suku Sunda yang kreatif tentang produk budaya

Di dalam kebudayaan Sunda tercatat telah melahirkan banyak alat musik tradisional Jawa Barat. Alat musik dari Sunda sangatlah khas baik dilihat dari teknik memainkannya, pola penyajiannya, maupun bentuk instrumen musiknya.

Alat musik tersebut terlahir, hidup dan berkembang secara turun-temurun dipertahankan. Di dalam artikel ini akan kami sajikan mengenai 10 Alat Musik Khas Sunda yang harus kalian pahami.

1. Kendang Sunda

Alat musik khas sunda
Sumber: wikipedia.org

Kendang dikenal sebagai instrumen pengatur irama dalam Gamelan, baik Gamelan Jawa maupun Gamelan Degung Sunda.

Di Jawa Barat, kendang secara umum disebut Kendang Sunda. Satu set Kendang Sunda minimal terdiri dari tiga kendang, satu kendang indung dan dua kendang anak (kulanter) yang terdiri dari ketipung dan kutiplak.

Kendang Sunda memiliki banyak jenis yang masing-masing dibedakan sesuai fungsinya dalam iringan.

  • Kendang Kiliningan
  • Kendang Jaipongan
  • Kendang Ketuk Tilu
  • Kendang Keurseus
  • Kendang Bajidoran.

Untuk setiap jenis kendang dalam karawitan Sunda memiliki perbedaan dalam hal ukuran, pola, ragam, dan motif.

2. Tarawangsa

Alat musik khas sunda
Sumber: amparandjati.wordpress.com

Alat musik khas Sunda selanjutnya adalah Tarawangsa, merupakan alat musik gesek yang memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi.

Menurut sejarahnya, alat musik ini lebih tua usianya daripada alat musik Rebab, serta alat gesek yang lain. Setelah kemunculan Rebab, Tarawangsa sering juga disebut rebab jangkung karena memiliki ukuran lebih tinggi.

Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek.

Uniknya dalam alat musik khas yang satu ini ketika digesek haya satu dawai saja yang terdekat dengan pemainnya, sementara dawai lain dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari telunjuk sebelah kiri.

Tidak hanya sebagai nama alat musik, Tarawangsa juga merupakan nama kesenian musik.

Pemain tarawangsa sendiri berjumlah hanya dua orang, yaitu satu orang pemain tarawangsa dan satu orang pemain jentreng. Semua Pemain tarawangsa terdiri dari laki-laki, serta usia rata-rata mereka yakni 50 – 60 tahunan.

Rata-rata mereka merupakan seorang petani, serta biasanya yang disajikan berkaitan dengan upacara padi, seperti contoh dalam acara ngalaksa, yang bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Untuk  pertunjukannya biasanya melibatkan para penari yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Mereka menari secara teratur. Mula-mula Saehu/Saman (laki-laki), kemudian disusul para penari perempuan.

Mereka si penari bertugas untuk ngalungsurkeun (menurunkan) Dewi Sri dan para leluhur. Seasaat kemudian para masyarakat yang ada di sekitar tempat pertunjukan juga ikut menari.

Tarian tarawangsa  ini tidak terikat dengan aturan-aturan pokok, kecuali gerakan-gerakan khusus yang dilakukan Saehu dan penari perempuan yang merupakan simbol penghormatan untuk dewi padi.

Menari dalam kesenian Tarawangsa ini tidak hanya merupakan gerak fisik semata-mata, akan tetapi berkaitan dengan hal-hal metafisik sesuai dengan kepercayaan si penari. Maka dari itu jangan heran apabila para penari sering mengalami trance (tidak sadarkan diri).

Baca juga: Pakaian Adat Sunda

3. Jengglong

Alat musik khas sunda
Sumber: artcultureblogspot.com

Alat musik khas Sunda yang ketiga dalam artikel ini bernama Jengglong. Alat musik ini masih satu keluarga dengan bonang, saron, dan gong dalam pagelaran Degung Sunda.

Fungsi alat musik ini yaitu untuk pembuat nada dasar yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukulnya yang empuk.

Ciri-ciri dari alat yang satu ini diantaranya ialah :

  • Alat musik Jengglong berbentuk bilah-bilah yang berderet di atas ruang suara atau resonator.
  • Bilah-bilah tersebut terbagi pada dua buah ancak yang masing-masing memilioki jumlah 3 bilah serta pada permukaannya berpencong dengan diameter 30-40 cm.
  • Tidak hanya berbentuk bilahan, alat ini terkadang berbentuk bulat dan permukaannya berpencon.
  • Alat ini hampir dengan bonang dan sarong, yaitu sama-sama terbuat dari bahan dasar perunggu, kuningan/besi, sehingga bunyi yang dihasilkan bisa terdengar nyaring dan pas dengan lagu yang diiringinya,
  • Untuk pemukulnya terbuat dari kayu yang berbentuk lurus pada ujungnya dibalut dengan rajutan benang wol. Tujuanya apabila dipukulkan ke alatnya tidak terlalu kasar suaranya dan bisa enak di dengarkan.

Cara memainkan alat ini adalah dengan cara dipukul dengan alat pukul empuk.

4. Suling Sunda

Alat musik khas sunda
Sumber: sumbercenel.com

Suling atau seruling merupakan salah satu alat musik yang terkenal di Indonesia dan sangat beragam bentuknya.

Suku Sunda di Jawa Barat memiliki Suling Sunda yang khas terutama dari bentuk dan bunyi yang dihasilkan. Jenis suling yang dipergunakan, yakni suling lubang enam dan suling lubang empat.

Seacara garis besar fungsi Suling Sunda adalah sebagai pembawa melodi dan pembawa nada-nada hiasa pada penyajian lagu atau yang dalam istilah Karawitan Sunda disebut uparengga suara.

Sementara itu, Suling Sunda juga memiliki fungsi secara khusus yang dihadirkan melalui masing-masing jenisnya.

Di daerah Sunda, sebuah suling digunakan sebagai

  • Merupakan salah satu instrumen utama dalam kacapi suling
  • Menyertai instrumen dalam Gamelan Degung, Tembang Sunda

Adapun dua faktor yang mempengaruhi baik nada suara suling:

  • Yang pertama posisi jari.
  • Yang kedua kecepatan aliran udara ketika ditiup oleh mulut.

Adapun 4 nada skala untuk suling sunda:

  1. Pelog Degung.
  2. Madenda atau Sorog.
  3. Salendro.
  4. Mandalungan.

5. Karinding

Alat musik khas sunda
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Alat Musik khas Sunda selanjutnya adalah Karinding. Merupakan salah satu alat musik tradisional yang banyak tersebar di kepulauan Indonesia, serta masing-masing wilayah memberi nama dengan istilahnya sendiri.

Ketika saat ini, yang paling banyak melestarikan Karinding adalah suku Sunda. Berbeda dengan suku Jawa, jika di Sunda berfungsi sebagai alat musik, di Jawa berfungsi sebagai musik pengusir hama.

Karinding dimainkan di mulut, kemudian pada bagian pemukulnya ditarik agar tercipta resonansi suara. Alat musik Sunda ini bisa dimainkan baik seorang diri ataupun group yang beranggotakan 2-5 orang.

Seorang diantaranya disebut pengatur nada. Di daerah Ciawi, dulunya sebuah karinding dimainkan bersamaan dengan takokak (alat musik bentuknya mirip daun).

Fungsi dari alat musik ini yaitu Karinding yaitu alat buat mengusir hama di sawah. Suaranya yaitu rendah low decible yang dihasilkan dari jarum karinding. Suaranya dihasilkan merupakan hasil dari sebuah gesekan pegangan karinding serta ujung jari yang ditepuk-tepakkan.

Dan biasanya suara yang terdengar dari alat musik ini yakni seperti suara wereng, belalang, jangkrik, burung, dan lain-lain.

Pada zaman sekarang sering dikenal dengan istilah ultrasonik. Pada waktu sekarang karinding biasa digabungkan dengan alat musik lainnya.

Baca Juga: Senjata Tradisional Jawa Barat

6. Arumba

Alat musik khas sunda
Sumber: angklungudjo.com

Alat Musik khas Sunda yang keenam yaitu Arumba. Merupakan sebuah alat musik yang terbuat dari bambu.

Istilah Arumba ini berasal dari nama grup musik Arumba (Alunan Rumpun Bambu) yang dibentuk oleh Yoes Roesadi ketika era 60-an di Jawa Barat. Sejak masa itu, istilah Arumba melekat sebagai ensembel musik bambu asal Jawa Barat.

Alat musik khas Sunda ini memiliki susunan, diantaranya :

  • Angklung Solo: satu set Angklung (sekitar 31 buah) tergantung pada palang dan dimainkan oleh satu orang saja.
  • Gambang Melodi: Alat musik Gambang sebagai melodi lagu, dimainkan oleh satu orang dengan 2 alat pemukul.
  • Gambang Pengiring: Alat musik Gambang sebagai suara akord, dimainkan oleh satu orang dengan 4 alat pemukul.
  • Bass Lodong: Terdiri dari beberapa tabung bambu besar, dipukul untuk menghadirkan nuansa nada rendah.
  • Gendang (Kendang): Alat musik pukul yang berfungsi sebagai pembawa irama.

7. Angklung

Alat musik khas sunda
Sumber: kamerabudaya.com

Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional Jawa Barat yang memiliki nada ganda dalam kebudayaan Sunda. Terbuat dari tabung-tabung bambu yang nadanya bersember dari efek benturan tabung-tabung tersebut dengan cara digoyangkan.

Pada tahun 2010, Angklung telah dinyatakan UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Tidak hanya sebagai alat musik Jawa Barat, Angklung juga mewakili pertunjukan di dalam seni pertunjukan. Untuk hal ini, Angklung merupakan bentuk seni pertunjukan untuk menyajikan tembang-tembang tradisional.

Angklung merupakan alat musik tua yang telah diperkirakan digunakan sejak Zaman Batu Muda.

Jenis-Jenis Angklung

  • Angklung Kanekes.
  • Angklung Reyog.
  • Angklung Banyuwangi.
  • Angklung Bali.
  • Angklung Gubrag.
  • Angklung Badeng.
  • Angklung Padaeng.
  • Angklung Buncis.
  • Angklung Sarinande.
  • Angklung Toel.
  • Angklung Srimurni.
  • Angklung Klasik.
  • Angklung Solo.
  • Anglung Arumba.

Teknik Permainan Angklung

Memainkan alat musik angklung sangat mudah. Kalian tinggal memegang rangkanya pada salah satu tangan (biasanya menggunakan tangan kiri). Itu bisa membuat angklung tergantung bebas, sementara tangan lainnya (biasanya tangan kanan) menggoyangnya hingga berbunyi.

Ada 3 teknik dasar menggoyang angklung:

  • Kurulung (getar).
  • Centok (sentak).
  • Tengkep.

Baca juga: Rumah Adat Khas Sunda

8. Calung

Alat musik khas sunda
Sumber: wikipedia.org

Calung merupakan alat musik tradisional Sunda berjenis idiofon yang juga terbuat dari bambu.

Jika Angklung dimainkan dengan digoyangkan, Calung dimainkan dengan cara memukul bilah atau ruas tabung bambunya. Tabung bambu tersebut tersusun menurut titi laras (tangga nada) berskala pentatonik.

Seperti halnya Angklung, selain menjadi nama alat musik, Calung juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Sesuai bentuknya, Calung terbagi menjadi dua, yakni Calung Rantay dan Calung Jinjing. Jenis yang terakhir inilah yang sekarang berkembang dan dikenal secara umum oleh masyarakat Sunda.

Calung Rantay ketika tabungnya dideretkan menggunakan tali kulit waru (lulub) dari yang terbesar hingga terkecil, jumlahnya 7 wilahan (7 ruas bambu)bisa lebih. Komposisi alatnya ada yang satu deretan serta ada juga yang dua deretan.

Cara memainkan calung rantay yaitu dengan dipukul menggunakan dua tangan sambil duduk bersilah, biasanya calung tersebut diikat di pohon atau bilik rumah.

Calung Jinjing merupakan calung yang berbentuk menyerupai deretan bambu bernada dan disatukan dengan sebilah kecil bambu (paniir). Calung jinjing terdiri atas empat atau lima buah.

Untuk memainkannya yaitu dengan cara dipukul menggunakan tangan kanan memakai pemukul, dan tangan kiri menjinjing/memegang alat musik tersebut.

Untuk teknik menabuhnya sendiri yaitu bisa dimelodi, dikeleter, dikemprang, dikempyung, diraeh, dirincik, dirangkep (diracek), salancar, kotrek, dan solorok.

9. Celempung

Alat musik khas sunda
Sumber: kasundaan.com

Mungkin ini menjadi salah satu alat musik Sunda yang terbuat dari bambu, yaitu Celempung.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul, berperan seperti kendang sebagai pengatur irama. Pertunjukan dengan menggunakan alat musik ini biasa dilengkapi dengan Kacapi, Rebab, Suling dan Gong Buyung.

Bahan untuk membuat alat musik Celempung yaitu bambu dan kayu, termasuk alat pemukul yang ujungnya dibalut kain atau benda tipis.

Bagian dari alat musik Celempung,yaitu sirah penutup pinggir kiri dan kanan, pongpok, dua utas sembilu berfungsi untuk senar, talingkup penghubung utas sembilu, nawa sebagai lubang suara dan baham untuk mengolah suara.

Baca juga: Seserahan adat sunda

10. Kacapi

Alat musik khas sunda
Sumber: romadecade.org

Kacapi merupakan salah satu alat musik khas yang berasal dari Jawa Barat dan merupakan alat musik utama dalam Mamaos Cianjuran dan Kacapi Suling. Istilah Kacapi sendiri dalam bahasa Sunda merujuk pada tanaman sentul. Kayu tanaman inilah yang dipercaya digunakan untuk membuat alat musik tradisional Sunda ini.

Dalam bentuknya, Kacapi terbagi menjadi Kacapi Perahu dan Kacapi Siter. Pada keduanya, tiap dawai diikat pada sekrup kecil di sisi kanan atas kotak. Kacapi dapat digunakan dalam berbagai sistem, baik pelog, madenda, maupun salendro.

Ciri khusus alat musik Kecapi:

  • Dimainkan dengan cara dipetik.
  • Ketika dimainkan, alat musik ini ditaruh rebahan di lantai.

Seniman Pelopor Musik Sunda

Alat musik khas sunda
Sumber: liputan6.com

Setelah mempelajari alat musik khas Sunda, selanjutnya kalian harus mengetahui siapa-siapa saja pelopor musik sunda?

  • Raden MachyarAngga Koesoemadinata. Ia merupakan salah satu seorang yang berjasa memberi nama (lambang) serta nada-nada alat musik tradisional Sunda yaitu da, ini, na, ti, Ia. Karena adanya beliau masyarakat sudah dapat mengembangkan dan mempelajari alat musik.
  • Koko Koswara /Mang Koko. Namanya tentu tak asing bagi orang sunda. Beliau seorang pencipta lagu Sunda salah satunya adalah lagu Sekar Gending.
  • Daeng Soetigna. Selain memiliki alat musik gamelan, beliau juga terkenal dengan alat musik angidung.

4 Replies to “Alat Musik Khas Sunda”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *